Tampilkan postingan dengan label pdms tutorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pdms tutorial. Tampilkan semua postingan

Mari belajar PDMS bersama

agfirmansyah 10.12 Add Comment
Plant Design Management Systems (PDMS) merupakan software 3D Modelling yang sangat familiar di Rekayasa Oil Gas & Petrochemical Industries. Pembuatan 3D modeling sistem perpipaan saat engineering phase sangatlah penting , karena PDMS dapat mengkontrol penggunaan material dan mampu memberikan pengecekan yang akurat dalam proyek Oil & Gas maupun Petrochemical sehingga meminimalisir kesalahan desain.

Berikut saya tuliskan beberapa tahapan dalam pembuatan 3D modelling melalui PDMS berikut output yang dibutuhkan seperti Isometric drawing, extract quantity material untuk diolah ke Excel, dan pengecekan Clash

1. Start PDMS





2. Hirarki Equipment ( Primitive Equipment )




Word > Site > Zone (Equipment) > SubEquipment (Body, Pondasi, Nozzle) > Primitive




Zone ( Piping ) >




Zone ( Structure ) >




a. Site : Project Name









b. Zone : Scope Of Work









b.1. Zone Equipment : Nama Equipment yang dibuat ( Ex : Tanki T-101 )














Membuat Sub Equipment yang terdiri dari Body, Pondasi dan Nozzle Equipment. Sub Equipment_Body : Membuat Body Equipment dari primitive nya









Membuat Primitive dari Sub Equipment, yang merupakan bagian-bagian pembentuk suatu Equipment









Body dari Tanki T-101 terdiri dari Primitive Cylinder dan Cone, sehingga perlu membuat Cone primitive dengan based hirarki Body T-101, seperti contoh diatas :









Cara memindahkan Cone dari origin 0,0,0 ke bagian atas Cylinder1, bisa menggunakan :




- Connect > Primitive > ID Point, atau




- Position > Relative (By)














Sub Equipment_Plate : Membuat Plate Equipment dari Primitive nya









Kemudian sambungkan Plate tersebut ke bagian bawah BodyT-101, menggunakan :




Connect > Primitive > ID Point, atau




Position > Relative (By)




Sehingga hasilnya tampak sebagai berikut :









Sub Equipment Nozzle : Membuat Nozzle Equipment dari Primitive









hasilnya tampak sebagai berikut :









b.2 Zone Structure




Site > Zone (Structure) > Structure (Pondasi Equipment) > Primitive




Structure_Pondasi Equipment : Membuat Pondasi Equipment dari Primitive nya




Ex : Membuat Pondasi Octagonal dari Tanki T-101, dengan diameter 6000 mm




NB : Untuk mempermudah perhitungan dimensi dapat menggunakan bantuan AutoCad




AutoCad :









Setelah membuat structure dengan nama Pondasi Equipment seperti hirarki diatas, langkah selanjutnya adalah sebagai berikut :














Membuat Primitive Negative Box, dengan dimensi seperti yang telah dihitung dengan bantuan AutoCad, sebagai berikut :














Setelah Negative Box di copy offset pada keempat sisi, kemudian dipindahkan ke tempat sesuai plot plant berikut Equipment nya, menggunakan perintah :




Position > Explicitly (AT)









Hasil Equipment :









b.3 Zone Piping : Lihat point 5 dibawah tentang Pipework




3. Equipment dari Standard Equipment




Masuk dahulu ke Design > Equipment, kemudian Create, dan ikuti langkah dibawah ini










Hasilnya Sebagai Berikut :







4. Piperack dan Baserack




Masuk ke Design > Structure > Beam & Column







Pengaturan jenis Beam yang dipakai :







Kemudian membuat framework dari :




Create > Framework, lalu ikuti langkah dibawah :







Setelah beberapa key section sudah jadi, tinggal dilakukan copy, dengan cara :




Create > Copy > Offset







Hasilnya sebagai berikut :







Pondasi Rack : Design > Structure > ASL Modeler




Buat structure terlebih dahulu dengan nama Baserack, kemudian ikuti langkah dibawah :







Kemudian tinggal copy offset




Hasilnya sebagai berikut :







5. Pipework




Dimulai dengan, Create > Zone (Piping), kemudian Design > Pipework







Setelah membuat line no (L100) di design explorer, kemudian membuat branch dengan kondisi connect head & tail ( Head-apply-click, Tail-apply –click ) sampai terbentuk rubber line










Hasilnya sebagai berikut :







6. Platform, Ladder dan Stair




Design > Structure > ASL Modeler, kemudian ikuti langkah dibawah ini :




a. Platform :




• Rectangular Platform







• Circular Platform :







b. Ladder




Design > Structure > ASL Modeler, kemudian ikuti langkah dibawah :







c. Stair







7. Support




Design > Hanger & Support Application, kemudian Seting H&S user defaultnya seperti dibawah :
















Setelah di set seperti point 6 gambar diatas, lalu Klick Create Hanger, dan Klick bagian pipa yang akan di support dengan cara klick pipa, lalu klick structure nya dan klick pipa nya lagi, sampai muncul langkah 7 gambar dibawah :










Kemudian Klick OK, sampai muncul point 8 gambar dibawah , dan klick OK lagi










Sampai muncul gambar konfigurasi pilihan hanger seperti point 9 pada gambar dibawah










Setelah menetapkan konfigurasi hanger yang dipakai, lalu klick OK, dan muncul box Konfirmasi lalu tekan Yes
















Terakhir akan muncul pertanyaan P-Line, yang menanyakan ditaruh di bagian kiri (TBHL) atau kanan (TBHR) dari beam hanger tersebut , pilih salah satu kemudia OK, dan hasilnya sebagai berikut :










8. Base Floor




Ada 2 alternatif dalam pembuatan base floor, yakni :




a. Dari Design > Structure > Wall & Floor, di design explorer create dulu structure dan frameworknya










Untuk modifikasi, dan pemberian radius pada floor, ikuti langkah dibawah ini :










Hasilnya sebagai berikut :










b. Dari Design > Structure > ASL Modeller, kemudian Create > Primitive










9. Revisi Line Size




Jika line size di P&ID berubah, maka bisa diubah di PDMS tanpa harus redrawing, seperti langkah dibawah ini :
















Hasilnya sebagai berikut :



















10. Check ClashPengecekan jika ada item (pipa, equipment dll) yang saling tabrak










Setting > Clasher > Obstruction > List




Pilih yang akan di Check Clash nya di kolom WORLD > Add




Control > Closed










Klick Utilities > Clashes




Pada Clashes display Klick Control > Check CE










Report teridentifikasi pada kolom Clash List










11. Extract ke Isometric




PDMS 11.5 harus masuk dahulu ke module Isodraft dengan cara sebagai berikut :
















Pilih Isodraft member yang dikehendaki akan dibuat isometric nya, lalu pilih Isometric Standard seperti pada point 3 gambar diatas, dan pada point 4 di standard iso option pilih BASIC.MET, terakhir klick Apply, dan hasilnya sebagai berikut :










12. Extract Bill Of Material (BOM) ke Ms. Excel




Ikuti langkah dibawah ini :







Setelah point 2 gambar diatas di OK, kemudian muncul Report detail, yang menanyakan nama file nya, dan line mana yang akan dibuat reportnya, seperti point 3 dibawah ini, lalu klick OK.










Cari file nya di C:\AVEVA\Pdms11.5, kemudian tambahkan extention menjadi file xls, supaya bisa diolah di MS Excel










Hasilnya sebagai berikut :










13. Perintah General & Toolbar




a. Explicity : Untuk meletakkan Equipment dan pondasinya di origin sebenarnya sesuai Plot Plant










b. Rotate : Untuk merotasi suatu item tertentu (Equipment, Beam, Nozzle, Ladder, dll)




Masuk ke Orientate > Rotate, kemudian ikuti langkah berikut :










c. Move : Untuk memindahkan suatu item tertentu (Equipment, Beam, Nozzle, Ladder, dll)










d. Modify : Untuk mengubah atau memodifikasi terhadap segala item yang telah dibuat










e. Memindah Origin Equipment : Memindah origin equipment yang dibuat dari primitive equipment



















f. Memunculkan efek negative primitive : Untuk memunculkan tampilan lubang dari negative primitive yang telah dibuat










g. Save ke Flash disk : Untuk menyimpan dan mengambil file, masuk ke Utilities > DB Listing










h. Load dari Flash disk : Pada Command line ketik $M(spasi)directory:\nama file, lalu enter










i. Copy : Untuk mengkopi apa yang telah dibuat










j. Limit CE & Option : Dilakukan jika tampilan gambar kurang jelas, seperti berikut :










Untuk memperjelas, dilakukan langkah sebagai berikut :










k. - F3 : Perintah Pan view, jika kita klick tengah dan menahannya




- F5 : Perintah rotate view, jika kita klick tengah dan menahannya




- F8 : Untuk menampilkan bentuk wire (tidak solid)




- F9 : Untuk menampilkan origin
Sampai disini dulu, kalo ada waktu disambung lagi dengan pengembangan yang lain


Sumber : Sigit




Modul Propcon PDMS

agfirmansyah 10.01 1 Comment

Merupakan Properties database,  dimana salah satu fungsi output-nya digunakan untuk stress analysis  melalui penyimpanan data berat atau material yang digunakan pada sebuah komponen.

ditulis oleh avevapdms.blogspot.co.id

Modul Lexicon PDMS

agfirmansyah 10.01 Add Comment

Adalah modul yang digunakan untuk memberikan attribut khusus pada omponen atau pada bagian lainnya dari model, berupa informasi tambahan sesuai kebutuhan project.

Dengan pemberian attribut ini diharapkan dapat membantu dan meningkatkan mutu design.


ditulis oleh avevapdms.blogspot.co.id

Modul Specon PDMS

agfirmansyah 10.00 Add Comment

Dalam penggunaan PDMS sebagai salah satu software design  terlebih dahulu yang disiapkan adalah database  spesifikasi dari sebuah project. Spesifikasi pada sebuah grup pemipaan atau tray  dibuat dan dimodifikasi melalui modul  specon.  Sebagai contoh spec pipa  dengan nama A3B adalah spec  untuk material Carbon Steel  dengan rating  300#.


ditulis oleh avevapdms.blogspot.co.id

Modul Administration PDMS

agfirmansyah 10.00 Add Comment


Pertama sekali sebelum membangun sebuah database PDMS, modul yang digunakan adalah modul Administration. Pada modul ini akan didefenisikan beberapa informasi penting antara lain.
• Team, seorang sistem administrator pada sebuah perusahaan biasanya akan mendiskusikan terlebih dahulu dengan project engineer atau design management mengenai team yang akan dibentuk dan diimplementasikan dengan team pada PDMS data base, seperti team untuk piping, struktur, elektrikal dan lain lain.
• Users, merupakan bagian dari team, sebuah - team memungkinkan memiliki user lebih dari satu, akan tetapi tidak sebaliknya.
• Databases (DB's), merupakan database untuk menyimpan beberapa informasi yang akan digunakan baik bersifat khusus seperti database untuk pemipaan, struktur dan sebagainya ataupun database yang bersifat umum.
• Multiple database (MDBs), adalah kumpulan dari database yang telah dibahas sebelumnya.
Dengan kata lain modul administration merupakan modul untuk pengaturan dalam pengoperasian PDMS software. Modul-modul yang telah dipaparkan sebelumnya dapat anda dalami melalui topik khusus yang membahas masing-masing modul secara mendalam


ditulis oleh avevapdms.blogspot.co.id

Penggunaan Main Menu Bar PDMS

agfirmansyah 09.59 Add Comment
Pengoperasian dapat dilakukan dengan memilih salah satu menu yang terdapat pada main bar,  arahkan kursor pada salah satu pilihan menu, klik kiri pada mouse.

Untuk dapat melihat bagian lain dari menu tersebut melalui pull down menu, seperti contoh pilihan untuk menu modify pada gambar berikut.


Pull-down menu dan submenu dari main bar
Pull-down menu dan submenu dari main bar
ditulis oleh avevapdms.blogspot.co.id

Menu Umum PDMS

agfirmansyah 09.58 Add Comment
Dengan alasan lebih mengoptimalkan pemahaman seputar PDMS, pendekatan pada pengenalan tidak akan membahas satu persatu menu pada main menu bar, akan tetapi akan dibahas bertahap sesuai dengan fungsinya, beberapa menu yang umum digunakan antara lain adalah :

Members, member tool box adalah salah satu menu utama, untuk memunculkan menu telah dibahas sebelumnya, ada tiga menu utama dimana masing - masing mempunyai beberapa pull-down menu:

1. Control dengan pull-down menu antara lain; Advanced, Resize, Drawlist, Show Extract Claim. Diantara menu pull-down ini yang paling sering diakses adalah Drawlist, sedangkan show Extract Claim, banyak digunakan pada PDMS global, begitu juga dengan resize banyak digunakan pada PDMS dengan versi lcbih rendah (sebelum menggunakan versi 11.6). Penggunaan drawlist akan dibahas lebih lanjut. 






Control dan pull down menu
Control dan pull down menu


2. GoTo, merupakan menu untuk mendapatkan informasi dari sebuah komponen atau item yang diseleksi.

3 .Drawlist, berbeda dengan drawlist yang terdapat pada menu control, drawlist disini mempunyai pull-down menu yang berfungsi sebagai penunjuk atau penanda, memunculkan dan menghilangkan grafik dari screen view. Add CE akan menampilkan apapun yang anda klik saat ini pada member, seperti contoh Elbow 8 pada gambar berikut, dapat juga dengan menggunakan syntax pada command tool yaitu.


 ADD CE AUTO CE



Add owner akan menampilkan "owner" topik ini akan lebih jauh dipelajari dalam pembahasan mengenai hierarchy. Sedangkan add CE with colour adalah menampilkan sesuatu yang anda klik dengan penandaan warna.
Bila diinginkan memunculkan sebuah komponen dengan penandaan warna melalui command ketik :

ENHANCE CE COL RED

Penandaan pada command diatas dengan menggunakan warna merah sebagai penanda, anda dapat mengganti warna penandaan sesuai dengan warna yang disukai. berikutnya adalah menghilangkan, baik menghilangkan yang anda klik saat ini (remove CE) maupun menghilangkan semua dari screen (Remove All) menghilangkan disini bukan berarti men-delete.


Drawlist dan pull down menu
Drawlist dan pull down menu


Design Menu, beberapa pull-down menu  untuk bagian ini seperti terlihat pada gambar berikut.
 
Design dan pull down menu
Design dan pull down menu




Save work, fungsinya sama seperti proses penyimpanan data pada program-program umum lainya, untuk menjalankan fungsi ini dapat melalui klik pada save icon yang terdapat pada main menu bar , atau dapat juga deogan mengetik SAVEWORK pada command tool box.


Get Work, hanya berfungsi pada pdms dengan sistem network, maksudnya database disimpan pada sebuah server yang dapat diakses oleh user, get work berarti menampilkan apapun modifikasi atau pekeajaan yang dilakukan oleh user lainya setelah user bersangkutan melakukan langkah savework. Get work selain dengan klik pada menu dapat juga di akses dengan mengklik icon Get Work atau melalui command tool box dengan syntax GETWORK. Extract control dan Session comment sangat jarang digunakan.
 
Equipment, adalah salah satu mode  dari menu design yang digunakan untuk mengerjakan pemodelan equipment , kita akan mempratekkan bagian ini pada bagian pemodelan equipment

Tampilan header modul equipment
Tampilan header modul equipment


Setelah memilih menu equipment, akan terlihat tampilan menu yang berbeda dengan sebelumnya. Pada versi 11.6 dan diatasnya, anda dapat melihat nama project yang sedang diakses, contoh pada gambar diatas (Project -SAM).

Pipework, Cable Trays, HVAC, Structures, Hanger & Support, merupakan menu Design sesuai dengan disiplin yang akan dikerjakan tentunya dengan tampilan yang berbeda pula seperti halnya pada equipment. Berbeda dengan Design Templates bila masuk pada bagian ini akan disuguhkan dengan berbagai template yang tersedia.

Modules, mempunyai beberapa pilihan seperti ditunjukan pada tampilan berikut.
Submenu modules
Submenu modules



Monitor, digunakan untuk mengganti akses user ataupun MDB yang digunakan, sedangkan submenu lainya digunakan untuk berpindah ke modul yang dipilih pada sub menu tersebut. Disamping dengan mengklik langsung pada submenu juga dapat diakses melalui command tool box dengan mengetik syntax modul yang diinginkan, contoh untuk masuk ke modul draft cukup dengan mengetik

DRAFT

View Menu, beberapa menu yang sering di akses pada modul design, pada bagian ini autara lain.
Pull down menu walk to
Pull down menu walk to


Walk To,  submenu Entire draw list, berfungsi hampir sama seperti Add CE pada drawlist  dimana telah dibahas sebelumnya, untuk memunculkan model pada screen monitor dapat dilakukan dengan menu ini atau Add CE  pada drawlist,  juga dengan mengklik icon Add CE To Drawlist, atau syntax  Add CE pada command tool box.

Kemudian klik kanan pada mouse , maka akan muncul tool box seperti gambar berikut :


Tampilan tool box dengan klik kanan pada mouse
Tampilan tool box dengan klik kanan pada mouse

Pilih Walk To -> Entire Draw List, maka model yang anda inginkan akan muncul di screen monitor. Jika dibandingkan antara view- pull-down menu  dengan menu pada klik kanan mouse  ada beberapa fungsinya yang sama dan salah satu menu yang paling sering digunakan pada menu ini adalah Middle Button Drag.
Sub menu middle button drag
Sub menu middle button drag

Selain memilih melalui submenu  tersebut anda juga dapat menggunakan fungsi tombol pada keyboard  antara lain : F2 sebagai zoom in / out , F3 untuk fungsi Pan, F5 untuk fungsi rotate.



F7 untuk menampilkan view sebagai eye model, F8 fungsi Shaded, F9 untuk memunculkan Status Area, F10 untuk view prespective, fungsi-fungsi ini juga terdapat pada View-> Setting->......
View elevation dapat diakses melalui menu View -> Look -> ....Atau dengan menu klik kanan mouse tadi, anda dapat menampilkan pandangan dengan melihat arah yang dipilih.
Plan, patokan yang digunakan adalah sumbu Y, setiap pilihan yang digunakan akan menghadap arah sumbu Y, contoh Plan -> North maka arah North akan menghadap ke arah sumbu Y, Plan -> West maka arah west adalah yang terdapat pada sumbu Y, begitu juga seterusnya.
Isometrik, mempunyai pilihan dimulai dari Iso 1 sampai dengan Iso 4, view disini merupakan arah yang selalu menuju ke arah North, sebagai contoh Iso 3 arah north akan mengarah ke sudut kiri atas, lihat gambar berikut untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas.
 
ISO dengan empat pilihan arah
ISO dengan empat pilihan arah

Berikutnya yang sering digunakan yaitu set Centre of View , dengan mengklik komponen yang akan dijadikan sebagai pusat rotasi atau benda yang menjadi acuan pada screen  pilih set Centre of View -> Selection atau dapat juga dengan klik pada icon Centre on Selection. Menu lainnya akan dibahas pada masing-masing model. ditulis oleh avevapdms.blogspot.co.id

Equipment dan Element Hierarchy

agfirmansyah 09.57 Add Comment
Sebelum memulai bagian create equipment terlebih dahulu harus diketahui beberapa point penting antara Iain:
1. Hierarchy dalam sebuah equipment.

2. Bentuk-bentuk primitive element.

3. Orientasi dan posisi equipment ataupun elementnya.

4. Manipulasi representasi dan setting untuk level attribut.



Bicara mengenai Hierarchy akan dibahas suatu susunan posisi antar element didalam sebuah struktur atau kerangka member PDMS, dengan kata lain hal ini dapat diibaratkan susunan file-file didalam sebuah folder pada direktori tertentu, ilustrasi seperti gambar berikut.






Ilustrasi sebuah hierarchy




Hierarchy didalam PDMS pada level tertinggi adalah WORLD dengan kata lain semua folder untuk penyimpanan data baik struktur, piping, equipment dan lain lain semuanya akan berada di bawah level WORLD, dapat diibaratkan sebagai direktori C.

Level berikutnya adalah SITE dimana didalam SITE tersebut akan tersimpan ZONE, sedangkan dalam ZONE sendiri terdapat EQUIPMENT, didalamnya dapat langsung meng-create PRIMITIVE akan tetapi akan lebih teratur bila untuk penyimpanan Primitive-primitive tersebut diletakan didalam SUBEquipment. Bentuk hierarchy ini sendiri bila langsung dilihat susunanya dalam Member tool box adalah seperti contoh berikut:





Equipment Hierarchy ditulis oleh avevapdms.blogspot.co.id

Equipment

agfirmansyah 09.56 Add Comment


Equipment tersusun atas beberapa primitive yang berpadu sehingga membentuk sebuah model sesuai dengan gambar kerja yang disediakan. Secara default, equipment menyimpan beberapa informasi seperti deskripsi, orientasi, posisi, ukuran, dan dapat juga ditambahkan informasi seperti berat, letak COG ataupun informasi vendor lainnya.

Atribut informasi tersebut ditambahkan melalui sistem penandaan atau disebut User Defined Attributes (UDAs) melalui modul Lexicon.

 ditulis oleh avevapdms.blogspot.co.id

Primitive

agfirmansyah 09.55 Add Comment
Primitive merupakan elemen-elemen pembentuk sebuah equipment, primitive mempunyai bentuk-bentuk yang umum ditemukan, seperti silinder, kotak, kerucut, bentuk piramid, nozzle dan lain - lain. Dalam penggunaan primitive sebagai pembentuk equipment  terlebih dahulu didefinisikan bentuk dari equipment tersebut, sebagai contoh bentuk sederhana dari sebuah vessel seperti ditunjukkan di bawah ini :
Ilustrasi equipment terdiri dari beberapa primitive

Gambar tersebut terdiri dari 2 Dish, 1 Cylinder, dan 2 Box,  dimana masing - masing primitive berpadu membentuk sebuah equipment.  Untuk lebih jelasnya kita akan memulai membuat sebuah equipment  dengan bentuk sederhana, masih menggunakan ilustrasi vessel di atas sebagai gambar kerja. anda tentu masih ingat tentang bahasan sebelumnya bahwa kita harus masuk ke modul Equipment  dari Design -> Equipment.

Gambar berikut akan memandu Anda masuk ke dalam aplikasi equipment.
Pemilihan mode untuk aplikasi equipment
Pemilihan mode untuk aplikasi equipment
ditulis oleh avevapdms.blogspot.co.id

Pengenalan PDMS

agfirmansyah 09.54 Add Comment

Pada awal lahirnya pdms (Plant Design Management System) tidak terlepas dari sejarah campur tangan The Computer-Aided Design Centre atau lebih dikenal dengan nama CADCentre di Cambridge JK pada tahun 1967 olen UK Ministry of Technology.

Badan ini mempunyai misi mempromosikan dan mengembangkan industri di Inggris melalui penyebaran dan pengembangan teknik design dengan menggunakan komputerisasi atau lebih dikenal dengan sebutan computer-aided design .

Dari badan yang dibentuk oleh UK Ministry of Technology ini kelak lahir jaringan komunitas CAD yang melahirkan beberapa nama, termasuk salah satunya Dick Newell, salah seorang yang membidani lahirnya PDMS sekitar tahun 1976, akan tetapi CADCenter sendiri baru menjadi Private company pada tahun 1983, dan pada tahun 2001 namanya berubah menjadi Aveva selang tiga tahun kemudian yaitu 2004 mengakuisisi Tribon ship design software. Plant Design Management System atau dikenal dengan PDMS adalah sebuah software design dengan multi user yang mengakses database dengan memberikan informasi berupa detail sebuah rancangan.

PDMS dibagi menjadi beberapa modul antara lain.

ditulis oleh avevapdms.blogspot.co.id

Modul Design

agfirmansyah 09.53 Add Comment
Adalah modul yang dipilih untuk perancangan model – model tertentu dengan tampilan 3D, perancangan tersebut meliputi sistem pemipaan, struktur, equipment, tray, HVAC dan sistem penopangan ( supporting ).

Hasil akhir dari modul design antara lain :

1.   3D graphic solid.
2.   Material Take Off (MTO) komponen – komponen melalui report.
3.   Check clash report.
4. Gambar kerja, baik berupa gambar isometrik ( melalui modul isodraft ) atau output 2D lainnya.
Flowchart input dan output PDMS modul design



ditulis oleh avevapdms.blogspot.co.id

Modul Draft

agfirmansyah 09.53 Add Comment
Umumnya modul ini digunakan untuk menghasilkan gambar keaja dua dimensi (2D drawing) yang mencakup penarikan atau memberikan informasi ukuran, lokasi, anotasi baik berupa nama equipment, pipa, instrument, kolom struktur dan informasi berupa penamaan lainya. Pada gambar kerja seperti Piping arrangement, pipe support location, penetration location, instrument tagging, electrical or instrument tray routing akan menggunakan modul draft ini. Beberapa kelebihan menggunakan PDMS modul draft dibanding dengan software 2D lain yang umum ditemukan dipasaran antara lain.

1. Anotasi pada equipment, pipa, instrument, atau tray dengan sendirinya akan berubah bila terjadi perubahan pada modul design tanpa harus melakukan proses editing.
2.Penarikan ukuran yang diinginkan dengan sendirinya akan menunjukan besaran antara connection point (P-Point), dengan kata lain pengukuran secara otomatis akan mengkalkulasi besaran atau jarak tersebut.
3.User dapat mengecek langsung design melalui gambar kerja pada modul ini, akan tetapi bukan berarti dapat mengubah atau melakukan modiflkasi pada model design.
 
Flowchart input dan output PDMS modul draft



ditulis oleh avevapdms.blogspot.co.id

Modul Isodraft

agfirmansyah 09.52 Add Comment

Seperti telah dipaparkan sebelumnya salah satu out-put dari modul design adalah gambar kerja, atau dikenal dengan isometric drawing, untuk menghasilkan gambar kerja tersebut dapat dilakukan melalui modul isodraft. 
Isodraft menghasilkan bentuk simbolik dari sebuah sistem pemipaan baik untuk pengerjaan di fabrikasi (shop) atau pengerjaan langsung dilapangan (erection) seperti pemasangan valve, gasket ataupun komponen yang menggunakan ulir sebagai metode penyambungan (threaded connection). Hasil berupa gambar kerja melalui modul isodraft menyediakan beberapa informasi antara lain.

1.   Deskripsi dan material dari komponen komponen pemipaan.

2.   Jumiah komponen yang digunakan dalam sebuah pipa.

3.   Panjang pipa (Cut length) yang digunakan.

4.   Informasi pcngeijaan, seperti field weld atau fieldfit weld.

5.   Proses perlakuan pipa ataupun catatan khusus untuk perlakuan pada sebuah pipa.

6.   Penomoran spool dan welding joini number (pada penggunaan modul spooler).

ditulis oleh avevapdms.blogspot.co.id

Modul Paragon

agfirmansyah 09.50 Add Comment

Semua bentuk grafik komponen yang ada di modul design dibentuk melalui modul paragon, katalog yang terdapat pada PDMS melalui modul paragon ini sama dengan standar katalog yang dikeluarkan oleh vendor dari komponen tersebut atau sesuai dengan standard internasional yang menjadi acuan bersama. 
Umumnya katalog yang terdapat dalam sebuah database project dapat juga digunakan pada project lain dengan ketentuan menggunakan standard material yang sama atau requirment yang sama. Untuk lebih memahaminya anda dapat mengibaratkan modul paragon ini sebagai modul pembentuk pola dari beberapa bentuk komponen. 

 ditulis oleh avevapdms.blogspot.co.id